1200 kali dilihat

Kegiatan Rutin RS dr. Reksodiwiryo Padang

KEGIATAN RUTIN RUMAH SAKIT DR. REKSODIWIRYO PADANG

Apel

 

Setiap hari Senin sampai dengan hari Jumat, RS dr. Reksodiwiryo Padang sebelum melakukan aktivitas kerja, rumah sakit rutin mengadakan apel pagi, sore (bagi petugas yang berdinas sore), dan malam (bagi petugas yang berdinas malam) yang diikuti oleh seluruh pegawai beserta pejabat struktural yang ada. Tujuan diadakannya apel pagi adalah menghitung kekuatan staff rumah sakit serta meningkatkan kinerja baik untuk pegawai secara menyeluruh maupun kinerja perorangan dan yang terpenting adalah menjalin silaturahmi serta meningkatkan kerjasama diantara karyawan maupun pejabat struktural yang ada. Selain itu apel pagi juga merupakan sarana untuk mengingat dan mempersiapkan diri dalam rangka Akreditasi Rumah sakit serta menginformasikan hal-hal penting terkait dengan pelayanan maupun kegiatan yang ada dilingkungan RS dr. Reksodiwiryo Padang.

Kegiatan apel pagi dalam rangka persiapan akreditasi paripurna :

  1. Cuci Tangan/ Hand Hygiene

Hand Hygien adalah suatu upaya atau tindakan membersihkan tangan, baik dengan menggunakan sabun antiseptik di bawah air mengalir atau dengan menggunakan handrub berbasis alkohol dengan langkah-langkah yang sistematik sesuai urutan, sehingga dapat mengurangi jumlah bakteri yang berada pada tangan.

Mencuci tangan atau hand hygiene sangat sederhana, tidak memakan waktu yang banyak namun bisa membantu mencegah infeksi yang berbahaya jika dilakukan dengan tepat. Bayangkan, jangan sampai kita menemui pasien, malah memberikannya lebih banyak penyakit, atau meninggalkan pasien membawa kuman penyakit yang bisa dibawa hingga pulang ke rumah – dan menular pada keluarga di rumah.

Hand Hygiene baik dilakukan dalam 5 momen/saat:

  1. Sebelum kontak dengan pasien,
  2. Sebelum tindakan aseptik,
  3. Setelah terkena cairan tubuh pasien,
  4. Setelah kontak dengan pasien,
  5. Setelah kontak dengan linkungan di sekitar pasien

Semua petugas di rumah sakit dan pengunjung pasien harus memahami 5 saat mencuci tangan ini, sehingga salah satu prinsip pencegahan dan kontrol infeksi dapat berjalan dengan baik.

5 Momen

Guna

  1. Sebelum kontak dengan pasien
  1. Sebelum tindakan aseptik
  1. Setelah terkena cairan tubuh   pasien
  1. Setelah Kontak dengan pasien
  1. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien

- Melindungi pasien dari kuman yang anda bawa

- Juga untuk melindungi pasien

- Melindungi anda dan lingkungan dari kuman

- Melindungi anda dan lingkungan dari kuman

- Melindungi anda dan lingkungan dari kuman

Dokumentasi Kegiatan Cuci Tangan RS dr. Reksodiwiryo

    

  1. BHD (Bantuan Hidup Dasar)

Serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung (cardiac arrest)

Jika pada suatu keadaan ditemukan korban dengan penilaian dini terdapat gangguan tersumbatnya jalan nafas, tidak ditemukan adanya nafas dan atau tidak ada nadi, maka penolong harus segera melakukan tindakan yang dinamakan dengan istilah BANTUAN HIDUP DASAR (BHD).

INDIKASI BHD :

  1. Henti Napas : Henti napas ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban / pasien
  2. Henti Jantung : Pernapasan yang terganggu (tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadi henti jantung

Langkah-langkah dalam melakukan tindakan BHD :

  1. Pastikan dalam keadaan aman (Aman diri, korban, lingkungan)
  2. Cek respon (Panggil sambil menepuk pundak korban)
  3. Minta bantuan kepada orang sekitar untuk menghubungi kode blue 135
  4. Cek nadi karotis
  5. Cek jalan nafas jika ada sumbatan berupa cairan di bersihakan dengan jari telunjuk yang dilapisi dengan tisu/baju korban (finger sweep)
  6. Cek pernafasan (lihat dada naik turun, suara nafas, hembusan nafas)
  7. Lakukan RJP 30:2 (30 Kompresi 2 Tiupan)
  8. Setelah 2 menit evaluasi korban kembali : -Jika nadi teraba nafas ada (lakukan posisi mantap), -jika nadi teraba nafas tidak ada (lakukan bantuan nafas), -jika tidak teraba nafas tidak ada (ulangi RJP)
  9. RJP dihentikan :
    1. Apabila korban sadar
    2. Penolong kelelahan
    3. Datang bantuan medis (kode blue)
    4. Korban meninggal

 

Dokumentasi Kegiatan BHD RS Reksodiwiryo

    

 

  1. APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

Apar adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil

Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Untuk mempermudah dalam mengingat proses ataupun cara penggunaan Alat Pemadam Api, kita dapat menggunakan singkatan T.A.T.S yaitu :

  1. Tarik Kunci Pengaman (Pull Pin)
  2. Arahkan kedasar api (aim at base of fire)
  3. Tekan gagang (squeeze Handle)
  4. Sapukan dari sisi ke sisi (Sweep Side to side)

Dokumentasi kegiatan APAR

  

  1. ETIKA BATUK

  1. SPILL KIT

Spill kit adalah kit atau seperangkat alat yang digunakan untuk menangani jika terjadi tumpahan bahan bahan berbahaya seperti bahan kimia, bahan infeksius, logam berat atau minyak agar tidak membahayakan penghuni dan lingkungan sekitarnya.

  1. Berikan tanda atau rambu terjadinya ceceran atau tumpahan dilokasi kejadian
  2. Petugas yang mengevakuasi tumpahan harus menggunakan APD(Alat Pelindung Diri) yakni sarung tangan,masker,sepatu dan Apron
  3. Siapkan kotak spill kit yang berisi alat dan bahan untuk menangani tumpahan darah/urine/muntahan.
  4. Ambil pasir dari kotak spill kit, kemudian taburkan disekeliling tumpahan darah/urine/muntahan karena pasir akan menjadi barrier agar tumpahan tersebut tidak menyebar kemana-mana.
  5. Berikan tetesan larutan chlorin 0,5 % atau bayclin sebagai desinfektan tepat pada posisi ceceran atau tumpahan tersebut dan diamkan 1-2 menit
  6. Ambil alat penyerap seperti kanebo atau sejenisnya dan lakukan penyerapan dengan posisi alat penyerap ditelungkupkan diatas tumpahan dan dikremes serta diputar searah jarum jam.
  7. Buang hasil serapan tersebut ke kantong plastik warna kuning.
  8. Ambil sapu kecil dan seerok kecil dari kotak spill kit kemudian sapukan sisa pasir yang ada dan masukkan kedalam kantong plastik warna kuning.
  9. Lakukan pembersihan lantai dengan cara mengepel menggunakan bahan pembersih lantai untuk menghilangkan bau di area bekas ceceran/tumpahan darah/urine/muntahan pasien.
  10. Lepas APD masker dan sarung tangan kemudian buang ke kantong plastik warna kuning.
  11.  Masukan kantong plastik warna kuning tersebut kekontainer sampah infeksius

  

6. Code Blue

CODE BLUE adalah kode isyarat yang digunakan dalam rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien yang sedang mengalami serangan jantung [Cardiac Arrest] atau mengalami situasi gagal nafas akut [Respiratory Arrest] dan situasi darurat lainnya yang menyangkut dengan nyawa pasien.

Code Blue adalah stabilisasi kondisi darurat medis yang terjadi di dalam area rumah sakit. Kondisi darurat medis ini membutuhkan perhatian segera. Sebuah code blue harus segera dimulai setiap kali seseorang ditemukan dalam kondisi cardiac atau respiratory arrest (tidak responsif, nadi tidak teraba, atau bernafas) misalnya pasien yang membutuhkan resusitasi.

              Code blue team adalah : tim yang terdiri dari dokter dan paramedis yang ditunjuk sebagai code - teamyang secara cepat ke pasien untuk melakukan tindakan penyelamatan. Tim ini menggunakan crash-car, kursi roda/ tandu, alat-alat penting seperti defibrilator, suction, oksigen, ambubag, obat-obat resusitasi (adrenalin, atropin, lignocaine) dan IV set untuk menstabilkan pasien.

         Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar merupakan awal respons tindakan gawat darurat. BLS dapat dilakukan oleh tenaga medis, paramedis maupun orang awam yang melihat pertama kali korban. Skills haruslah dikuasai oleh paramedis dan medis, dan sebaiknya orang awam juga menguasainya, karena seringkali korban justru ditemukan pertamakali bukan oleh petugas medis.

        BLS adalah suatu cara memberikan bantuan/pertolongan hidup dasar yang meliputi bebas nya jalan nafas (airway/A), pernafasan yang adekuat (breathing/B), sirkulasi yang adekuat (circulation/C ).

           Advance Cardiac Life Support (ACLS) adalah bantuan hidup lanjut atau pertolongan pertama pada penyakit jantung.

 

Upacara Bendera setiap Hari Senin

Selain apel pagi, di RST dr. Reksodiwiryo juga mengadakan upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin pagi. Tujuan dilaksanakannya upacara bendera adalah :

1.

Membentuk sikap / kepribadian yang disiplin.

2.

Menanamkan jiwa nasionalisme (cinta terhadap tanah air) negara dan bangsa dan dapat menghargai jasa jasa para pejuang yang mendahului kita dalam melawan penjajahan untuk mempertahan kemerdekaan.

3.

Membentuk pribadi yang memiliki karakter yang berbudi luhur / bertutur kata dan rasa tanggung jawab dalam setiap perbuatan apapun.

4.

Sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi-informasi tentang program kegiatan yang dilaksanakan di RS dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

 

Senam Sehat (Selasa dan Jum’at)

Berbagai cara dilakukan orang untuk menjaga kesehatan jasmani, salah satunya dengan melakukan olahraga senam pagi. Olahraga ibarat obat yang mempunyai sejuta manfaat. Setiap pagi pada hari Selasa dan Jumat, RS dr. Reksodiwiryo mengadakan senam sehat yang diikuti oleh staf RS dr. Reksodiwiryo dengan mendatangkan instruktur senam dari luar. Senam sehat bertujuan untuk mencegah penyakit agar kesehatan pegawai selalu terjaga dan dapat beraktifitas melayani pasien dengan semangat.

   

Rabu memperingati Hari ulang Tahun Karyawan RS

  



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook